Beberapa Penyebab Mimisan pada Anak

penyebab mimisanRasa khawatir akan kondisi anak pada saat mimisan pastinya dirasakan oleh semua orang tua. Sebagai orang tua, kondisi tersebut merupakan hal yang wajar. Tidak ada orang tua yang tidak merasa khawatir saat anak-anak mereka mengeluarkan darah secara tiba-tiba pada lubang hidung. Meskipun tidak membahayakan, mimisan pada anak menjadi hal yang tidak ingin dilihat oleh para orang tua. Agar orang tua tidak terlalu mengkhawatirkan kondisi anaknyaa ketika mimisan, para orang tua harus mengetahui penyebab mimisan pada anak dengan benar. Tujuannya, agar anak mendapatkan penanganan yang tepat saat anak mengalami mimisan.

Apa Saja Penyebab Mimisan Pada Anak ?

Salah satu penyebab mimisan pada anak yang sering terjadi adalah faktor yang terjadi pada pembekuan darah. Trombosit yang memiliki peran untuk membekukan darah tidak bekerja dengan semestinya. Kondisi ini yang membuat darah sukar membeku dan terjadilah pendarahan. Akibat pendarahan tersebut, mimisan tidak dapat dihindari lagi. Penyebab lain yang dapat menyebabkan mimisan adalah faktor organik. Faktor organik sendiri merupakan kelainan pada anak yang diidap sejak kecil. Pada kondisi ini, anak-anak memiliki pembuluh darah di area hidung yang amat tipis. Jika anak-anak stress dan terjadi iritasi pada hidung, mimisan dapat terjadi dengan sendirinya. Jika sudah berada dalam kondisi ini, anak-anak dianjurkan untuk tidak melakukan aktifitas yang berlebih.

Penyebab mimisan yang disebutkan di atas merupakan penyebab mimisan yang sering terjadi pada anak. Selain penyebab yang telah disebutkan di atas, ada beberapa penyebab mimisan pada anak yang lain yang sering di alami oleh anak, antara lain:

  • Lingkungan sekitar yang terlalu dingin atau yang terlalu panas.
  • Terjadinya trauma ringan yang disebabkan oleh kebiasaan yang tidak benar seperti membersihkan hidung dengan keras yang menyebabkan luka.
  • Terjadinya trauma berat seperti patah tulang pada hidung, benturan keras dan iritasi gas.
  • Adanya tumor pada bagian hidung.
  • Infeksi sinuitis dan rinitis.
  • Infeksi jamur, lepra, lupus atau tuberkulosis.
  • Kebiasaan mengeluarkan lendir pada saat flu dengan keras yang dapat menyebabkan luka pada rongga hidung.

Related posts: