Bijak Menggunakan Alat Listrik

alat listrikAlat listrik adalah salah satu kebutuhan hidup yang sangat diperlukan keberadaannya di setiap aspek kehidupan. Kemudahan, keringanan, dan kecepatan dalam pekerjaan bisa kita dapatkan lewat teknologi listrik. Namun sayangnya, mungkin ada sebagian di antara kita yang belum bisa berlaku bijak dalam menggunakan teknologi. Di antaranya, mendahulukan keinginan di atas kebutuhan, berlebih-lebihan dalam menggunakan teknologi, tidak menggunakan etika moral, menggunakannya di tempat yang kurang pas, atau bahkan menggunakan teknologi untuk keburukan. Hal itu sangat merugikan diri kita dan orang-orang di sekitar kita. Berikut ini, sedikit kami ulas mengenai cara bijak menggunakan alat elektronik.

Cara Menggunakan Alat Listrik dengan Bijak

Pertama, bandingkan manfaat dan keburukannya. Jika manfaatnya lebih besar, lakukan. Jika manfaatnya sama dengan keburukannya, tinggalkan. Jika keburukan lebih besar dari manfaatnya, lupakan. Bagaimana cara membedakan manfaat dan keburukan? Di sini kita perlu menciptakan sebuah parameter sendiri yang disebut dengan tujuan hidup. Jika alat listrik yang kita gunakan sesuai dengan tujuan hidup kita, berarti dia bermanfaat. Jika berlawanan dengan tujuan hidup kita, berarti dia buruk. Yang kedua, fokus dengan  yang bermanfaat. Misalnya kita menggunakan internet dengan tujuan mengerjakan skripsi, ya jangan sambil buka situs-situs lain, jangan tergoda dengan iklan-iklan, atau malah sambil menulis artikel. Yang ketiga, gunakan seperlunya saja. Jika lampu tidak dibutuhkan, matikan. Komputer  yang sudah tidak dipakai, matikan. Dan lain sebagainya. Yang keempat, gunakan alat elektronik pada tempatnya. Jangan main handphone sambil berkendara, saat berjalan kaki, saat berbicara dengan orang tua, dan lain sebagainya.

Dengan memahami ulasan di atas, semoga kita bisa menggunakan teknologi dengan sebaik-baiknya, sehingga bermanfaat bagi kehidupan kita. Lebih baiknya lagi jika kita punya manajemen gadget minimal untuk diri kita sendiri atau juga untuk anak-anak dan istri-istri kita. Agar tercipta keluarga yang tidak sibuk dengan dunia masing-masing, atau istilahnya “bersama tapi sendiri-sendiri”. Sehingga dengan bijak dalam menggunakan alat listrik ini, kita harapkan bisa tercipta keluarga yang sakinah, mawadah, dan warahmah.

Related posts: