Masa Fermentasi Cara Budidaya Jamur Tiram

cara budidaya jamur tiramKeberadaan jamur tiram saat ini sudah meluas dan disukai masyarakat. Berbagai olahan makanan yang berbahan dasar jamur tiram seperti kripik jamur, jamur krispi dan sebagainya. Selain banyak kedai-kedai dipinggir jalan yang khusus menjual olahan jamur tiram tersebut. Saat ini banyak petani dan peternak yang menjadi petani jamur. Cara budidaya jamur tiram yang mudah membuat mereka beralih profesi menjadi petani jamur tiram. Namun bagi seorang pemula tentunya harus mempelajari terlebih dahulu tentang pembudidayaan jamur tiram ini.

Cara Budidaya Jamur Tiram Dan Jenis Jamur

Selain jamur tiram yang putih bersih (pleurotus floridae) juga memiliki jenis yang berbeda dan dapat dibudidayakan namun memang masih jarang di Indonesia. Seperti P. ostreatus dengan warna putih kekuningan, P. cytidious dengan warna putih kemerahan, Pcitrinopileatuss dengan warna kuning keemasan, P. dhamor memiliki warna ungu kemerahan, P. eryngii yang memiliki warna kebiruan, P. euosmus dengan warna kecokelatan, P. flabellatus dengan warna merah muda, P. pulmonarius dengan warna putih keabu-abuan, dan yang terakhir P. sajor-caju dengan jamur berwarna kelabu. Dengan berkembangnya cara budidaya jamur tiram maka saat ini pembudidayaan akan jamur tiram menjadi mudah untuk diikuti oleh petani baru.

Pada masa fermentasi jamur tiram dilakukan selama 5-10 hari disesuaikan dengan kondisi dari bahan baglognya. Hal itu dilakukan agar terjadi proses pelapukan pada baglog. Selama masa fermentasi suhu biasanya akan meningkat menjadi 70ºC dan jangan lupa setiap hari untuk membolak-balik baglog agar fermentasi merata ke seluruh baglog. Selain untuk fermentasi hal ini juga berguna untuk membunuh jamur liar yang mengganggu pertumbuhan jamur tiram. Proses fermentasi ini merupakan cara budidaya jamur tiram yang hingga baglog siap digunakan di saat baglog berwarna coklat atau kehitaman. Setelah proses fermentasi selesai baglog siap untuk disterilisasi dengan cara mengukus baglog di dalam drum besar. Dalam 1 drum biasanya berisi hingga 60 baglog dan dikukus dengan 110ºC selama 8-10 jam. Setelah itu biarkan baglog dingin dan lakukan pembibitan.

Related posts: